Posts

Showing posts from November, 2017

Puisi

Image
Playlist PUISI di youtube. Selamat menikmati

Musikalisasi Puisi Tengsoe Tjahjono oleh Kerabat SWARA

Image

Puisi Cyber Nanang Suryadi Sastra Multimedia 1

Image

Puisi Cyber Nanang Suryadi Sastra Multimedia 2

Image

Puisi Cyber Nanang Suryadi Sastra Multimedia 3

Image

Swara Akustik

Image

Musikalisasi Puisi oleh Kerabat SWARA 26 November 2017 di UB

Image

Puisi #63 Yudhistira ANM Massardi

Image

Puisi #9 Yudhistira ANM Massardi

Image

Denny Mizhar Baca Puisi di UB 26 November 2017

Image

Perjalanan Kreatif Yudhistira ANM Massardi, tokoh penyair mbeling Indone...

Image

Nanang Suryadi (NS): Manajer para Seniman Pinggiran

Suatu sore di tahun 2002 di Watu Gilang 17 B, seorang tamu hadir dengan kopiah seperti jamaah tabligh. Tamu itu langsung duduk di hall yang lengang itu. Berjongkok sambil memencet HPnya. Edi Syaiful Anwar, salah seorang penghuni yang mengetahui kedatangannya, langsung datang menyalami, dan mengajak saya yang kebetulan waktu itu sedang nonton televisi, untuk ikut diskusi dengan sang tamu, “Jay, ini Mas Nanang Suryadi, mantan ketua umum Komek.” Seketika itu saya baru tahu bahwa inilah sang sastrawan yang banyak dibicarakan di komek. Pada kesempatan itu beliau bercerita tentang kuliahnya di Jakarta. Sejak itu, saya akrab dan terpesona dengan tutur bahasanya yang apa adanya dan santun. Tidak menimbulkan kesan sungkan bagi seorang kader muda seperti saya waktu itu.Obrolan kami selanjutnya banyak tentang puisi-puisinya. beliau lalu memberikan saya sebuah disket (waktu itu belum ada flash disc), berisi puisinya, Telah Dialamatkan Padamu (pada waktu naik cetak, kami juga diberi beberapa eksem…

Nanang Suryadi Baca Puisi

Image

WACANA EDENIA

Puisi Heru Emka - kepada oei sien tjwan  -
aku mengangankan hidup ini serupa kisah terindah dalam kitab suci di saat pertama di mana derita belum terjelma. di masa yang seperti begitu purba di mana semesta membayang bagai fatamorgana ketika hidup terasa begitu maya di mana kalam kata belum belum lagi menuliskan purana dosa. aku mengangankan hidup ini mengembang dalam citra firdausi, serupa imaji yang timbul tenggelam dalam dunia mimpi, maka Edenia pun terjelma dari tarian ajaib jemari kata-kata, yang mencipta fakta lain dari bahasa. seperti buah misteri dia hadir tak terdeteksi dari perselingkuhan tersembunyi antara mimpi dan imajinasi, serupa taman yang sesungguhnya bukan taman seperti  buaian di seberang halimun yang menyesatkan di mana petualangan menjadi  permainan yang menyenangkan. antara ada dan tiada, Edenia tercipta dari kisah lama tentang sorga di antara jembatan mimpi dan imajinasi Edenia menuliskan kisahnya sendiri, di Edenia semesta bertransfigurasi seperti nuansa tipis …

PUISI DARI SEORANG PERUPA

Oleh: Heru EmkaMungkan anda agak heran dengan sajian saya kali ini. Puisi Eddie Hara ? Bukankah Eddie Hara seorang perupa ? Ya, Eddie Hara memang sakah satu dari perupa ternama kita, yang kini bermukim di Bassel, Swiss. Eddie dikenal dengan lukisannya yang sarat dengan imaji yang liar, komikal, menampilkan pesan yang sinis – namun tersaji dalam visualisasi yang segar – dan tak jarang menyimpan kearifan yang terselip di balik aneka pose dan adegan dari sebuah dunia drama yang dipenuhi mahluk-makluk imajinatif yang aneh. Gaya visual seperti ini menjadi lambang dekonstruksi Eddie Hara terhadap dunia dan segenap wacananya yang kasat mata.Namun, bagi yang mengenal perjalanan seni Eddie Hara, sebenarnya tak kaget dengan puisi-puisi yang kini diciptakannya, karena dia lebih dulu menulis puisi, sebelum berkenalan dengan wacana senirupa di almamaternya, ISI, Yogya. Dan puisi bagi seorang perupa ibarat sebuah tangan, yang melengkapi tangan satunya lagi. Seperti keahlian memainkan dua alat musik…

MERINDUKAN SEPI YANI

Puisi Heru Emkamalam ini, aku kembali merindukan sepi Yani
di dalamnya hamparan sunyi  benar-benar sepi
ketika nyanyi mulai berhenti sebagai bunyi
hanya berpendaran seperti warna pelangisunyi Yani terasa begitu melenakan
perlahan-lahan menyusutkan keresahan
begitu ringkas menghisap cemas
gembala mimpi di tidur pulasaku merasakan sejuknya kesunyian yang mencair
seperti tembaran air, melapisi ruang kita berdua
membujuk-sang waktu agar berhenti mengalir
merasuki malam kota, menghisap warna nada katakita berdua merapatkan diri, melipat lembaran
sunyi menjadi begitu rapi, menata dalam tumpukan
mungil bantal kecil, alas sepasang tubuh cinta kita
berdua, saat melucuti kata-kata dari bahasa cintadirimu yang pernah kubayangkan sebagai kunang-kunang\
dengan cahaya yang redup, sedang bagimu akulah tambang
yang terjulur hingga jauh ke dasar liang. inilah kita berdua,
sepasang jiwa luka terbawa rakit cinta mencari bahagia

menjelang dini hari, 14 november 2011Aku belum berniat menghitungnya, i…

PUISI LUGU NOORCA MARENDRA

Oleh:Heru EmkaApakah teman-teman mengenal nama Noorca Marendra ? Noorca Marendra ini adalah seorang penyair muda yang cukup penting dalam blantika sastra Indonesia di tahun’70-an. Bersama sqaudara kembarnya; Yudhistira Ardi Nugraha, mereka menjadi pasangan muda yang menyemarakkan blantika sastra Indonesia waktu itu bersama dengan nama-nama lainnya, seperti Adri Darmaji Woko, Handrawan Nadesul, Prijono Tjiptoherijanto dan tentu saja Emha Ainun Najib, Linus Suryadi Ag dan Sutirman Eka Ardana dari Jogya.Yang menandai gaya khas dari puisi puisi Norrca adalah idiom bahasanya yang sederhana, santai, dan  perlahan-lahan mengajak kita menelusuri rangkaian kata-kata membentuk bangunan makna. Kesan lugu dalam berpuisi ini mungkin sengaja dipilih oleh Noorca, mengingat pada masa itu ( pertengahan tahun ’70-an ) hanya majalah sastra Horison yang dianggap sebagai satu-satunya penentu kualitas sastra kita , sehingga bermunculan anggapan, bahwa penyair belum dianggap penyair bila karyanya belum munc…

PUISI YANG MEREKAM PERISTIWA, DENGAN BAHASA YANG SEDERHANA

Oleh: Heru Emka  “ Apakah menulis puisi harus dengan kalimat-kalimat yang serba canggih ? Saya sering merasa kagum dan sedikit iri melihat para penyair mampu menulis puisi yang panjang, dengan kalimat-kalimat yang bertaburan metafora yang luar biasa dan tak terbayangkan bisa saya tulis. Saya kadang merasa putus asa dan melupakan keinginan untuk menulis puisi, karena setiap kali saya menulis puisi, hasilnya adalah puisi sederhana dengan kata-kata yang biasa,” begitu kata seorang teman anggota Kelompok Studi Sastra Bianglala dalam sebuah percakapan on line dengan saya. Salah satu keunggulan seorang penyair adalah kemampuannya mengolah kata-kata, dengan memilih kata-kata yang disuka dan menyusunnya menjadi rangkaian kalimat, menjadi seperti gerbong kereta di mana dia mengangkut sederetan makna dalam rangkaian kata yang dikisahkan. Nah, inti utama kisah alias bertutur ini, sejak jaman kehidupan primitif hingga era digital seperti ini, masih menjadi tumpuan utama bagi narasi. Karena berkis…

Pengalaman membaca kumpulan puisi Biar, karya Nanang Suryadi

Oleh: Heru Emka“Dying is an art, like everything else. I do it exceptionally well. I do it so it feels like hell. I do it so it feels real. I guess you could say I’ve a call.” – Sylvia PlathKalimat yang diucapkan oleh penyair Sylvia Plath di atas tadi menunjukkan betapa derita dalam sakratul maut, ternyata tidak menggentarkan hatinya. Malah dia bersikap bahwa berteguh hati menyongsong ajal adalah sebuah seni ( dying is an art ). Betapa pun mengerikan dan menyakitkan menjelang ajal, penyair perempuan yang berbadan ringkih ini bersikap tegar menghadapinya sebagai sebuah kenyataan hidup, yang harus ditempuh dengan mata terbuka, sebagaimana hidup itu sendiri.Dalam cakrawala sastra Indonesia, saya menemukan sajak pendek karya Sutarji Calzoum Bachri yang bernafaskan serupa :hari demi hari
bunuh diri pelan-pelan
maut menabungku
segobang demi segobangSungguh risau rasanya menyadari bila mhidup kita meranggas layu pderlahan, seakan kita menjalani hari yang bewrganti sebagai sebuah upaya ‘bunuh di…

ENTITAS KECEMASAN DALAM PUISI DIMAS ARIKA MIHARDJA

Oleh: Agung PranotoDimas Arika Mihardja (dalam tulisan ini selanjutnya disebut “Dimas”) yang merupakan pseudoim dari nama Sudaryono, tercatat sebagai sastrawan Angkatan 2000 . Melalui Grup Bengkel Puisi Swadaya Mandiri , yang dikomandani Dimas [pemilik akun FB: Qi Chuex, juga biasa disapa Prof.(Pak) DAM], pada 28 April 2017 ia mengunggah tulisan bertajuk “Ziarah Diri, Puisi Bertema Kematian” yang termuat beberapa puisi bertemakan kematian. Di bawah judul itu, Dimas menuliskan pandangannya tentang kematian: “Kematian adalah misteri. Mungkin kematian terkait dengan dimensi fisik, psikis, ideologis, psikologis, dan lain-lain. Buktinya tahun 90-an entah kenapa saya banyak menulis tema ini. Mari kita bernostalgia membaca misteri kematian” .Pandangan Dimas tentang kematian sebagai misteri, lalu ia pun tahun 1993 banyak menulis puisi bertemakan kematian. Pada April 2017 Dimas kembali mengajak pembaca atau penikmat bernostalgia membaca misteri kematian melalui puisi-puisinya. Apa yang melatar…

DI ATAS KATA BUDHI SETYAWAN

Oleh:  Dimas Arika Mihardja*)Saat penyair memilih menjadi pejalan sunyi, barangkali kelak akan menjadi sufi. atau setidaknya, mengajak menyimak dan menyibak “Sajak Sajak Sunyi” (S3, istilah Busetnya), melacak “Sukma Silam”, merasakan getar “Kepak Sayap Jiwa”, hingga memperoleh “Penyadaran”. Diksi bertanda Kutip di sini merupakan kumpulan puisi Budhi Setyawan—yang mengajak pembacanya menigi sunyi, ruhani, kejiwaan, atau mengajak bicara di kedalaman. Puisi hakikatnya ialah santapan ruhani, konsumsi spiritual, kebutuhan mewah untk santapan jiwa. Ayo kita intip satu puisinya yang mengajak introspeksi, merenung, kontemplasi. Puisi yang mengawali buku terbaca seperti ini:Di Atas Kataengkau yang kubayangkan terbang
atau memang menghuni awing-awang
kucari lewat zikir dan sembahyang
kukejar  dengan kasidah dan dendangsedangkan diri masih di bawah duga
melumur umur dengan prasangka
namun waktu tabah merawat sasmita
malam sajikan epilog hari silamnadi yang  mengabdi gunungan doa
menafsir titah suara su…

MANIFESTO: PROSES KREATIF PENCIPTAAN PUISI

Oleh: Dimas Arika MihardjaSAJAK ATAU PUISI ialah gelegak riak jiwa, kesan-kesan perseptual, rekaman rangsang puitik yang tumbuh memutik di antara kelopak bunga kata. Sajak selalu bergerak serupa riak menjadi ombak lalu bergulung serupa gelombang rasa dengan irama nada sebagai hasil olah pikir, dzikir, dan menafsirkan hidup dan kehidupan. Sajak yang kutulis kadang serupa kaca jerning begitu bening hingga kita dengan mudah bercermin melihat aneka bayang wajah sendiri, orang lain, semesta, dan bisa jadi wajah Tuhan yang secara mimesis tampil dalam aneka rupa. Sajak serupa ini kunamakan sebagai sajak "Sederhana untukmu": kutulis sebuah sajak sederhana untukmu dan untuk-Mu. Sebuah sajak mengelopak di dada, kupersembahkan untukmu dan untuk-Mu. Inilah sajakku, suara sukma yang terpadu melagukan nama-nama mesra menyentuh kalbu". Sebuah sajak, dalam konteks tertentu serupa dengan hidangan yang siap untuk disantap:"Santaplah sajakku. Anggurnya mewangi. Santaplah buah yang te…

PUISI-PUISI SAFRI NALDI: KRITIK TERHADAP MODERNITAS

Oleh: Agung PranotoSastrawan (penyair dan penulis prosa) dalam karya kreatifnya berupaya menyampaikan sesuatu kepada masyarakat pembaca. Sesuatu yang disampaikan sastrawan dalam karya ciptaannya merupakan pemikiran kritis terhadap fenomena kehidupan manusia yang menjadi sumber inspirasi. Melaui karya sastra yang diciptakan itu pula dapat kita pahami arah yang diinginkan sastrawan. Arah yang diinginkan sastrawan itu sangat terkait dengan fungsi sosial sastra dan keberpihakan sastrawan untuk memperjuangkan sesuatu hal. Terkait dengan hal tersebut, Luxemburg (1984: 24-25) memaparkan pemikiran kritik sastra Marxis. Lenin,  peletak dasar bagi kritik sastra Marxis, berpendapat bahwa di dalam susunan masyarakat terdapat hubungan timbal-balik (hubungan dialektik) antara bangunan bawah dan bangunan atas.  Menurut Lenin bahwa sastra (dan seni pada umumnya) merupakan suatu sarana penting dalam perjuangan proletariat melawan kapitalisme. Dengan demikian, sastra terikat akan kelas-kelas yang ada d…