DONGENG NANANG SURYADI DI BULAN JUNI

Puisi: Sutan Iwan Soekri Munaf

Boleh jadi bola yang melambung itu dan dipermainkan kaki-kaki waktu, menjadi perhatian mata-mata dengan pikiran kosong melompong. Ketika detik-detik pertama melayang, tak ada yang tahu kemana gerak menit, bahkan jam, hari, minggu dan tahun. Semua hanya lembaran kertas yang tinggal disobek. Tanpa perlu waspada pada wasit atau hakim garis. Hanya permainan waktu. Tak lebih!

Kalau saja senja ini membatalkan puasa sepi dengan segelas puisi. Biarlah waktu mencengkram hingga datang kelam: Lampu stadion menyala terang!

Dan gawang itu dalam dekapanNya.

Bekasi, 2017

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

PUISI LUGU NOORCA MARENDRA