DUNIA ORANG DEWASA

Puisi: Nanang Suryadi

kami mencari kartu garansi di pasar gelap. sang penjual menawarkan dengan harga tinggi.

kami menyimpan senja dalam kepala, dan membisikkannya saat bulan purnama

kami menatap foto yang sama, tapi yang dicari diri sendiri

kami bermain-main huruf, sebuah keberuntungan ketika menemukan kata

kami menulis puisi, dan bertanya-tanya apa artinya

kami bertukar gelas kopi. gelasku separuh kosong. gelasnya separuh terisi

diam-diam kami saling membaca cuaca di mata kami, lalu berkicau tentang sepi

kami menyukai omong kosong. karena kami suka mengisi teka-teki

kami menduga-duga siapa menggantung, pada saat cuaca makin mendung

kami belajar rendah hati hingga terlanjur rendah diri. kami tak mau tinggi hati karena tak ada tangga lagi

kami, aku dan bayang-bayangku, saling mentertawakan. kami tertawa berbahagia

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

PUISI LUGU NOORCA MARENDRA