Jebakan

Esai: Andang Bachtiar

Saat merenungi Indonesia dalam perjalanan mengakses sumber-sumber energi dunia, aku berpikir keras untuk bagaimana caranya menyadarkan masyarakat akan bahaya pencitraan di Industri Hulu energi kita.

Banyak pameran keberhasilan diviralkan dengan sengaja ke mana-mana. Itu bagus sekali untuk menyemangati. Tapi sejatinya: kita harus mewaspadai jebakan-jebakan pameran keberhasilan yang sebenarnya hanya konsekwensi logis dari kerja keras hulu energi 5-10 tahun sebelumnya, yang mungkin sebenarnya bukan hasil kerja rezim saat ini. Adalah keberuntungan besar kita sekarang memanen hasil kerja orang-orang sebelum kita. Keberuntungan itulah yang sekarang kita bangga-banggakan.

Padahal yang jauh lebih penting dari pameran-pameran keberhasilan itu adalah apakah kita sudah taat dan patuh pada pelaksanaan rencana 5-10 tahun ke depan dengan melakukan apa-apa yg perlu dilakukan sekarang yang sayangnya tidak begitu terlihat gegap gempita sebagai “keberhasilan”.

Bagi “quick yielding trader” dan bagi para pemimpin yang tdk dapat melihat jauh, karakteristik Hulu Energi yg seperti ini, tidak begitu mereka pahami.

Maka berhati-hatilah kita semua atas jebakan-jebakan pameran keberhasilan itu, karena bisa-bisa  kita tiarap semua di Hulu Energi dalam 2-3 tahun ke depan, kalau kita ikuti saja kemauan kekinian para pemimpin bermazhab myopic sighting ini . Apa yang sudah digariskan, direncanakan, bahkan dibuat roadmap-nya secara legal sudah seharusnya dilaksanakan! Tidak boleh ditunda-tunda atau bahkan lebih parah lagi malah diingkari!

Merenungi Indonesia dari kejauhan, makin miris perasaan makin rawan keinginan...

Doha - Geneva
5 Okt 2017
ADB - Geologist Merdeka

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

Puisi Andang Bachtiar