KEPADA IWAN SOEKRI DAN NANANG SURYADI

COleh: Cunong Nunuk Suraja

Kemerdekaan dan kemerekaan semuanya hak makhluk sosial yang berakal. Adakah sebuah pertanyaan berarti menisbikan pikiran waras dan logika normal? Kemana yang namanya percakapan, dialog, musyawarah melenggang kalau pertanyaan sudah dianggap teror metal?

Karya sastra untuk dinikmati pembaca/penyuka/pemerhati dan ada anggapan penulis/pengarang mati setelah menyiarkan walau boleh juga dikatakan esai atas esai atas esai atau kritik atas kritik atas kritik kecuali penguasa yang otoriter yanng tak mati-mati.

Karya perlu dikritisi kalau sudah mulai dipublikasi. Perbedaan visi-misi hal yang biasa dan wajar juga sah-sah saja kalau percaya pada demokrasi. Terserah mau menerima menolak menjawab mengentuti bahkan memberaki selama masih dalam koridor sosial yang disetujui.

Salam kreatif!
2013

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

PUISI LUGU NOORCA MARENDRA