MAKAN MAKNA KOSA KATA DI LUAR KREDO

Oleh: Cunong Nunuk Suraja

JUDUL sajak sederhana tetapi beban pesannya mengusik entry kamus yang tak tertara. Semacam gempuran jurus Sasra Birawa Mahesa Jenar ke kening gema otak pun terbanting seperti Darmanto Jatman teriak dalam sajak Karto Iya Bilang MBoten. Begitulak kata dalam kredo.

Kredo yang fenomenal dari Sutardji C B masih mengiang membentur dinding pertemanan FB yang terperanggah termekmek menabrak tatap sajak Arief Joko Wic yang sepertinya mengguratkan jejak keterbacaan literasi yang makin melabirin. Awalan [ter] termaknai paling atau pun tak sengaja sungguh menusuk ilalang cakrawala diksi. Simak potongan pupuh ini: Kembali dari terjerahak/kembali dari terbangkang. Dua corpus awalan [ter] telah mengunci kredo Tarji kehilangan taji.

Labirin sajak ini  makin menggelap manakala huruf besar [m] merujuk pada sang Khalik, kening pening ini makin jadi kambing guling berdamping dengan sebotol bir bermerek Mexican. Maka jelaslah penyair menggiring pada kubang dalam rumah masa depan.

Dan dapat diduga alur ujung rambut imaji terbelit dalam rasa yang ah! Rasa gelisah membasah seakan ejakulasi tepat tegak pada puncak ekstasi inti rasa sakau atas sabu yang menjerat:

Kembali merepih tahir
kembali merepih khalis
ikhlas khatam hayatku!

Orang Kembali dust to dust tergenggam tak terperi. Keariefan budaya Arief Joko Wic. sumeleh pada karsa sang Penguasa Agung. Kredo mengingkari makna kembali sebatas alif saja.

BOGOR 140817 - 2081

@@@@@@@@@

ORANG KEMBALI

Kembali dari terjerahak
kembali dari terbangkang
waktu dari tahun-tahunku

Kembali menjadi pendar
kembali menjadi kebyar-kebyar
kilatan cahaya dari cahayaMu

Kembali berganti simbai
kembali berganti kordial
segenap laku liku laki-lakiku

Kembali merepih tahir
kembali merepih khalis
ikhlas khatam hayatku!

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

Puisi Andang Bachtiar