SAJAK LAGI-LAGI

Puisi: Sutan Iwan Soekri Munaf

Lagi-lagi malam membuka halaman mimpi: Kedunguan melangkah tertatih-tatih di balik musim salju di negeri telanjang tanpa aurat dan sampah berseliweran di antara bibir dan jamban.

Dan tentu buku sepi setia menemani malam untuk membuka halaman demi halaman mimpi, menguatkan hati ke jalan yang lurus: Tinggalkan Bantar Gebang! Tinggalkan aroma sampah dan jamban yang bertebaran!

Dinihari mengajuk hati ke tempatMu
Bersih dan wangi!

Di tepi Bekasi...

Juni 2017

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

Puisi Andang Bachtiar