TERJERAT BAIT AKHIR SENJA TERDUDU

Oleh: Cunong Nunuk Suraja

Senja dengan awalan kata penggabung makna pun gagasan terasa mencekat nafas pemaknaan yang termakna keterpenjaraan di akhir bait:

dan senja jatuh di sepanjang pematang
tak cukup menyebut namaMU
ketika aku hendak pulang.

Nafas  apresiasi tertawan dalam jeruji yang ketertiba-tibaan mewajah paduka yang tertuju pada akhir segala akhir walau kisah cerita mengalir seperti bengawan Ciliwung yang sering mengoyak penduduk ibukota. Ilustrasi foto sangat menyaran membakar imaji rapi pesan di bait awal yang juga terhubung dengan kata 'dan' yang merangkul:

dan senja jatuh di sepanjang pematang
burung burung telah usai menganyam sarang
gerit tirai malam di selembar partitur
komposisi berjuta gelisah atau tembang tembang alit
belum sempat terselesaikan

Pertanyaan yang mengurung jeruji labirin penjara bayang-bayang cakrawala menyeruak pedas tentang siapa yang mampu menangkap isyarat. Pertanda ujung kusah yang sudah dicatat di buku langit. Terselip ganjalan dan "belum sempat terselesaikan" terlantun pada lirik lagu Ebiet G. Ade yang mau meminjam pada Tuhan maupun Rendra yang membantingi kartu-kartu dalam sajak "Masmur Mawar" maupun panji-panji yang di arak keliling ibukota dengan sepatu tuanya.

Padahal jika Prof Erry Amanda tidak terlalu gemas mengemas cemas "jalan pulang" dan senja pun cukup menutup kisah yang terpotret saja:

tentang panen dan kemarau
gericik sungai pinggiran tanah perdikan
ditengah peradaban gebyar atau gempita sunyi
cahaya cahaya terpadamkan terompah salang tunjang

Dan senja pun menutup kisah musim terhidang dendang kemenangan "terpadamkan terompah ...."

Dan bait akhir yang memenjara jejak menghablur dalam kubur angan pembaca yang usil.

Bogor, 2080 bertepatan dengan 13 Nov 2017

DAN SENJA JATUH DI SEPANJANG PEMATANG
------ erry amanda

dan senja jatuh di sepanjang pematang
burung burung telah usai menganyam sarang
gerit tirai malam di selembar partitur
komposisi berjuta gelisah atau tembang tembang alit
belum sempat terselesaikan
tentang panen dan kemarau
gericik sungai pinggiran tanah perdikan
ditengah peradaban gebyar atau gempita sunyi
cahaya cahaya terpadamkan terompah salang tunjang

dan senja jatuh di sepanjang pematang
tak cukup menyebut namaMU
ketika aku hendak pulang.

Bandung 13 November 2017

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

PUISI LUGU NOORCA MARENDRA