KIAT MENERBITKAN BUKU UNTUK PEMULA

Oleh: Indra Intisa

Bagi kawan-kawan yang belum pernah menerbitkan buku dan belum tahu cara penyusunannya, maka bisa menyimak poin-poin berikut:

1). Siapkan naskah dalam microsoft word: ukuran kertas A4, ukuran huruf 12 pts, jenis huruf, times new roman. Jarak baris adalah 1.5 spasi. Biasanya ini adalah format standar penerbitan.

2). Naskah diendapkan terlebih dahulu, supaya bisa disimak baik-baik, diedit dan diperbaiki kekurangannya. Jangan terburu-buru menerbitkannya.

3) Jika naskahnya dalam bentuk puisi dan cerpen, sebaiknya ditulis dalam satu tema. Jangan biarkan tulisan terberai dengan tema berbeda. Kecuali sengaja ditulis begitu sabagai kumpulan (antologi) karya bebas.

4). Tidak ada salahnya meminta masukan ke kawan yang lebih paham sebelum karya diterbitkan. Biar ada masukan dan kritik membangun untuk karya kita.

5). Karya yang baik harus melaui riset yang baik dan lengkap. Tidak dibuat-buat sekenanya. Apalagi menyangkut sains, sejarah, dst. Perbanyak referensi dan sumber pustaka, sekalipun karya hanya bersifat fiksi belaka.

6). Sebaiknya naskah terdiri dari 3 buah file. File pertama berisi prakata (pengantar yang ditulis oleh kita penulis), berisi ucapan terima kasih dan perkenalan singkat tentang buku. Jika ada kata pengantar dari orang lain (prolog), bisa dimasukkan dalam file ini pula. Dan disertai daftar isi. File kedua berisi karya yang mau dibukukan (isi). Sedangkan file ketiga adalah biodata penulis.

7). Ada dua pilihan penerbit. Ada mayor dan indie. Mayor seperti Gramedia, memerlukan aturan-aturan yang sangat ketat. Pertama, perhatikan dan baca syarat yang berlaku di penerbit tersebut. Perhatikan buku-buku yang telah mereka terbitkan sebagai panduan. Jika sudah yakin, silakan kirim. Batas waktu menunggu antara 3 s.d 6 bulan. Jika tidak ada balasan, boleh diterbitkan ke tempat lain. Ingat, penerbit mayor lebih memilih naskah yang punya nilai jual dan bisnis. Tema tak umum dan tak menjual akan sulit diterima, apalagi kita sebagai penulis pemula tanpa penggemar. Jika tak yakin, silakan pilih penerbit indie. Di sini kita bisa bebas berkespresi, kecuali larangan SARA. Hanya saja, kita harus membayar dan membiayai sendiri proses penerbitan buku kita (self publishing). Mulai dari ISBN, desain sampul, layout dan editing. Masing-masing penerbit punya harga berbeda. Biasanya kisaran 150 s.d 500 ribu. Tergantung paket dan kesungguhan. Kecuali harga promo. Setelah itu kita akan membeli buku sendiri dengan harga cetak. Lalu kita jual dengan harga semau kita. Berbeda dengan mayor. Kalau di mayor kita akan dibayar sekitar 10 s.d 15 persen dari setiap penjualan buku. Bisa pula naskah kita dibeli putus oleh mereka, umpama 3 juta. Sebenarnya melalui penerbit indie kita juga bisa menitipkan buku kepada mereka untuk dijual dan dipromosikan. Kadang mereka juga punya toko buku rekanan tempat menjual karya. Keuntungan bisa diatur bersama, umpama 10 s.d 20 persen. Tergantung kesepakatan.

8. Khusus penerbit indie, simak dengan baik biodata dan rekam jejaknya. Hati-hati penipuan yang masih marak sampai saat ini. Jangan sungkan bertanya kepada yang sudah biasa.

9). Selamat mencoba

***
Oktober 2017

Comments

Popular posts from this blog

KRITIK EKOLOGIS DALAM PUISI "TANGISAN BUMI" KARYA SRI WURYANINGSIH

Puisi Andang Bachtiar

WACANA EDENIA